Hai tuan.
Semalam aku bermimpi, berdoa memintamu disini.
Sedang kau berdoa meminta dia disana.
Aku tahu, jelas saja Tuhan pusing. Lalu aku mendapati kopi di meja ikut mencibir.
Kemudian aku terbangun dengan rahasia di bawah bantal.
Namun, tidak ada apa-apa tuan.
Hanya ada beberapa tetes air mata dan kamu yang berantakan.
Malam selanjutnya kamu mempublikasikan sebuah mantra.
Lalu, aku curi mantra itu.
Kusimpan dan aku menunggu.
Katamu, "mungkin ini mantra jika kau rindui aku".
Pulanglah
Pulanglah
Pulanglah
Aku masih menunggu.
Kamu datang,
Tapi katamu, mantra itu bukan untuk ku.
#30HariMenulisSuratCinta
Semalam aku bermimpi, berdoa memintamu disini.
Sedang kau berdoa meminta dia disana.
Aku tahu, jelas saja Tuhan pusing. Lalu aku mendapati kopi di meja ikut mencibir.
Kemudian aku terbangun dengan rahasia di bawah bantal.
Namun, tidak ada apa-apa tuan.
Hanya ada beberapa tetes air mata dan kamu yang berantakan.
Malam selanjutnya kamu mempublikasikan sebuah mantra.
Lalu, aku curi mantra itu.
Kusimpan dan aku menunggu.
Katamu, "mungkin ini mantra jika kau rindui aku".
Pulanglah
Pulanglah
Pulanglah
Aku masih menunggu.
Kamu datang,
Tapi katamu, mantra itu bukan untuk ku.
#30HariMenulisSuratCinta
uh aku merasa sangat senang membaca ini, mungkin seperti didongengkan cerita cinta
BalasHapus-ikavuje