Langsung ke konten utama

Mantan Sahabat

Untukmu yang pernah menjadi sahabat. 

Terima kasih untuk hari kemarin yang penuh rasa senang. 
Kamu tahu, senyum saya terukir sepanjang jalan yang kita lalui. Menghabiskan sore hingga petang, tidak bisa berhenti bicara dan tertawa. Bersamamu, tidak ada alasan untuk diam.

Terima kasih untuk tetap berusaha ada kapan pun saya butuh. Hadir tepat saat saya harus membagi keluh dan tawa. Berada di hadapan saya untuk membuat senyum saya tak pernah henti. Menyediakan bahu untuk saya pukul, bersandar, bahkan menangis.

Terima kasih untuk waktu yang selalu kamu sediakan untuk saya. Menemani saya ke toko buku berjam-jam. Merelakan gadget mu kehabisan daya untuk menunggu saya berputar-putar di tempat itu dan saya hanya membeli satu buku. Diam-diam memperhatikan saya dari celah buku, kemudian pergi berlalu hanya untuk memastikan senyum saya tetap bertahan. Bersembunyi di balik rak komik untuk membuat saya khawatir, setelahnya kamu tertawa melihat saya yang berhasil menemukan mu. Memaksamu membaca cerita fairy tale, saya tahu kamu tidak suka tapi kamu terlihat begitu berusaha keras. Mengenalkan saya pada tokoh favoritmu, naruto. Yang setelah itu saya langsung mencibir naruto habis-habisan, sedang kamu dengan tenang memandang saya sambil tersenyum. 

Terima kasih sudah memperhatikan saya dari kejauhan. Membela saya di depan banyak orang. Bertengkar dengan pria yang merebut antrian saya. Merelakan pipimu memar karena harus beradu kekuatan dengan orang yang menyakiti saya. 
Kehilangan selera setelah saya murung karena kamu berkelahi. Menggenggam tangan saya erat saat saya menangis karena takut sesuatu yang buruk terjadi padamu. Membelikan saya es krim untuk mengembalikan senyum saya. Bicara banyak hal untuk memancing saya tertawa. Usaha yang tak kenal lelah, karena katamu, saat melihat saya tersenyum adalah sebuah penghargaan untukmu. 

Terima kasih untuk kebahagian kecil ini. Kumpulkan, supaya menjadi bahagia yang besar. 

Saya menyayangi kamu dengan kadar yang tidak akan pernah sama dengan siapa pun itu.

Terima kasih sudah pernah menjadi sahabat yang begitu baik.
Terima kasih sudah berusaha keras menjadi kekasih yang menyenangkan. 

Saya mencintai kamu.

#30HariMenulisSuratCinta

Komentar

  1. semangat terus menjaga persahabatannya, meskipun ada perasaan ini, jangan sampai kehilangan dia


    -Ikavuje

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...