From
Bukittinggi
Daftar hadiah sudah
kubuat berharap untuk dapat terkabulkan darimu. Salah satunya puisi. Puisi
cinta yang hanya kamu tujukan untukku.
Namun menurutmu, aku
lebih spesial dari puisi. Sudah begitu banyak pengirim puisi dan kamu tidak
ingin jadi satu diantaranya.
Aku kecewa. Pada
awalnya.
Aku tak lagi berharap
apapun malam itu. Aku tiba-tiba mengantuk.
Tapi, setiap hari
bahagia selalu punya hadiahnya masing-masing. Sebuah notifikasi pesan datang
darimu. Perintahmu malam itu agar aku segera melihat message salah satu akun
media sosial milikku.
Kantuk hilang,
penasaran menjalar tak karuan.
Ya, ini suara hujan
darimu sebagai hadiah di ulang tahunku (bulan lalu).
Apa aku begitu spesial?
Atau ini hanya sebuah
keharusan?
Ini suara hujan
langsung dari Bukittinggi yang belum pernah ku dengar.
Dengan durasi 2:25:15.
Tepat seperti tanggal istimewa bulan lalu 22/5/15. Durasi ini sengaja dibuat
sama dengan hari bahagiaku. Yang kamu beri nama Sounds of Rain (from
Bukittinggi).
Ada yang mengalir
hangat dari mataku. Haru bahagia membaca pesan singkat mu dan membuka hadiah
yang ku tahu itu hanya untukku.
Katamu, semoga ini ada
nilainya dan belum atau bahkan tidak akan ada yang memberi hadiah seperti ini
selain kamu.
Hujan ini semoga mampu
menjadi penyejuk kalau-kalau nanti ada masalah di umur 20 tahun, rupa harapmu
pada hadiahku.
Aku yang mencintai
hujan pun diberi hadiah hujan tepat dihari bahagiaku. Dan itu kamu yang
memberinya.
Kamu mengistimewakan
aku.
Dari mana pikiran itu
datang? Kamu merekam hujan dan mengirimkannya padaku? Perempuan hujan dengan
cinta yang bisu.
Mengapa tepat malam
itu, di tempatmu, di Bukittinggi hujan?
Adakah suatu tali
pengikat takdir diantara kita atau hanya sebatas kebetulan.
Ya, karena cinta memang
butuh kebetulan.
Mungkin saja kita
memang ditakdirkan.
Aku wanita pecinta
hujan dan kamu lelaki hujan(ku).
Sejak malam itu
kecintaan ku pada hujan tak lagi terbataskan. Padamu pun begitu.
‘Semoga’ padamu semakin
menjadi-jadi.
Biarlah hingga hari ini
aku tak pernah tahu apa yang ada di dalam hatimu. Rasa yang sama atau tidak
untukku. Berartinya aku atau tidak dihidupmu.
Yang aku tahu atas
segala yang terjadi hari itu, kamu membuat segalanya sempurna.
Terimakasih telah hadir
di umur spesial ini. Menjadi inspirasi dan mimpi indah dalam langkah baru
hidupku.
Kita tidak usah
terburu-buru, karena semua akan ada ditempatnya tepat waktu. Termasuk kamu dan
aku dalam hidup kita masing-masing.
Pluviophile
yang pake payung, katamu.

Komentar
Posting Komentar