Jika
malam datang dan dingin serasa menyerang, itu bisa jadi tanda bahwa kamu sedang
dirindukan.
Seseorang
disana mungkin sedang mencari jalan untuk bisa sampai padamu. Meski banyak
kelokan dan persimpangan, banyaknya petunjuk jalan yang justru menyesatkan,
rindu itu tetap berjalan meski dia sadar yang dirindukan berada di luar
jangkauan.
Bukan
sedang sibuk atau tak ada signal.
Hanya
saja memang terlalu jauh untuk dijangkau, terlalu mustahil untuk diraih.
Bukan
beda dunia. Tapi mungkin perindu mu ini tak ada seperseribu dari jutaan manusia
diduniamu. Bahkan seseorang yang tak pernah kamu pikirkan selama ini.
Mengertilah
jika rindu tak selamanya menyenangkan, terkadang menyakitkan untuk sebagian
orang. Karena terlalu munafik jika rindu tak mengharapkan balasan. Namun apa
daya, jika kamu begitu jauh, dan tak ada yang bisa aku lakukan selain
melantunkan doa dalam malam. Semoga kamu mengijinkan si perindu ini untuk
sebentar saja bertamu ke rumahmu. Berharap rindunya dapat sampai dengan selamat
di tempatmu.
Bukan
tak ingin menyudahi rindu yang pilu. Hanya saja hal yang menyakitkan seperti
bersedia dirasakan ulang, karena perindu yang merindumu di luar jangkauan
menikmati setiap luka yang tanpa sadar kamu berikan.
Karena kita tak pernah
bisa meminta kepada rindu untuk dijatuhkan kepada siapa.
Komentar
Posting Komentar