Langsung ke konten utama

Mengharuskan ada kamu



Kamu yang begitu jauh dan tak mudah untuk direngkuh, yang belum pernah kulihat sebelumnya, yang membuat aku jatuh cinta. 
Setiap malam aku meyakinkan hatiku bahwa kamu tak mungkin tahu bahwa ada seorang wanita yang hanya kamu sebut teman biasa, sungguh-sungguh biasa, mencintaimu dengan begitu bodoh, mencintaimu dalam diam, dalam waktu yang tak mungkin bisa kamu bayangkan.
Tapi semakin aku berusaha meyakinkan, rasa untukmu semakin dalam tertanam. Ini memang begitu menyiksa, menyeretku pada malam yang selalu dikelilingi wajahmu, membawaku pada pilu saat rindu tak mampu bertamu kerumah mu, memaksaku menahan tangis dalam malam untuk temu yang tak kau janjikan.
Apa langit malam di kotamu tak pernah melukiskan wajahku? Apa angin malam yang selalu mampu membuatku merindu tak pernah membisikan namaku?
Seandainya kamu tahu aku menginginkan kamu, mengharuskan kamu tahu, mengharuskan kamu ada disisiku, tapi kembali lagi pada kata awal dikalimat ini, ‘seandainya’.
Mencintai dalam diam sungguh melelahkan, selalu disalahkan. Mungkin inilah yang paling menyakitkan dimana ada konsep wanita tidak boleh menyatakan perasaan duluan. 
Kamu yang selalu mengagumkan, beri aku cara untuk sejenak melupakan, kamu dan dunia mu yang selalu menginspirasiku. Atau beri aku kesempatan untuk bisa terbayang dalam benak mu meski hanya semalam. 
Karena sungguh seharusnya kamu ada disini, agar mengerti rasanya mencintai seorang diri. Bahkan saat hujan seharusnya ada kamu disisiku, menenangkan aku bahwa sesungguhnya kamu sudah mencintaiku juga sejak dulu.
Kalimat terakhir itu mimpi ku untukmu, mimpi seorang wanita yang jatuh cinta pada pria diluar jangkaunnya. Namun, harapan padamu tak pernah mati, selalu tumbuh dan tak pernah jenuh menunggu mu mengerti dan menjatuhkan hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...