Langsung ke konten utama

Merindukan masa lalu



Pernah merasa kosong ditengah hujan saat malam?
Pernah merasa rindu pada masa lalu? Pada masa ada seseorang yang selalu mampu menumbuhkan candu.
Awalnya merasa (sok) baik-baik saja tanpa dia, tapi memang ada saat nya masa lalu ingin di kenang. Ingin kembali diperhatikan, dan memaksa untuk kembali dirindukan. Langit-langit kamar saat hujan tengah malam pun berubah menjadi seperti jutaan film yang dipaksa berputar.
Yang paling jelas diingatan justru saat paling menyedihkan. Saat aku dan kamu berusaha setengah mati bertahan pada keadaan yang menuntut kepergian. Tapi, ternyata kamu menyerah lebih dulu, katamu kamu sudah lelah. Tak ingin lagi mempertahankan ‘kita’ yang sudah berlari dan membangun banyak mimpi. 
Kau tanyakan bagaimana aku?
Aku, hanya diam dalam tangis melihat kamu menggenggam tanganku terakhir kali. Mengusap air mata ku untuk kali terakhir. Dan aku temukan kamu pergi menjauh, berusaha mati-matian membuangku jauh-jauh. Hingga di detik selanjutnya aku menangis sejadi-jadinya, melepaskan kamu yang aku tahu juga tak mampu. 
Sudah dua tahun dan aku masih disitu, ditempat kamu menjanjikan bahagia untukku. Namun, bedanya aku tidak lagi menunggu mu. Aku sudah pindah dari masa yang pilu ke masa yang lebih baik dari hari itu. Aku sudah berani menatap dengan kepala tegak, tersenyum saat hujan dalam malam, sudah mengikhlaskan kita yang memang tidak ditakdirkan.
Tak ada yang salah dengan merindu, sekalipun itu masa lalu. Karena mencintai tak hanya soal bertahan untuk tetap mengasihi, namun juga perihal mengikhlaskan untuk apa yang telah dilepaskan. 
Karena yang pergi juga pernah sepenuh hati kita cintai. Dia berhak dirindukan, bukan untuk ditangisi dan diberi kesempatan, hanya untuk sesekali mengenang bahwa pernah ada kita, dua insan yang menyerah setelah berjuang pada hubungan yang terpaksa di lepaskan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...