Pernah
merasa kosong ditengah hujan saat malam?
Pernah
merasa rindu pada masa lalu? Pada masa ada seseorang yang selalu mampu
menumbuhkan candu.
Awalnya
merasa (sok) baik-baik saja tanpa dia, tapi memang ada saat nya masa lalu ingin
di kenang. Ingin kembali diperhatikan, dan memaksa untuk kembali dirindukan. Langit-langit
kamar saat hujan tengah malam pun berubah menjadi seperti jutaan film yang
dipaksa berputar.
Yang
paling jelas diingatan justru saat paling menyedihkan. Saat aku dan kamu berusaha
setengah mati bertahan pada keadaan yang menuntut kepergian. Tapi, ternyata
kamu menyerah lebih dulu, katamu kamu sudah lelah. Tak ingin lagi
mempertahankan ‘kita’ yang sudah berlari dan membangun banyak mimpi.
Kau
tanyakan bagaimana aku?
Aku,
hanya diam dalam tangis melihat kamu menggenggam tanganku terakhir kali. Mengusap
air mata ku untuk kali terakhir. Dan aku temukan kamu pergi menjauh, berusaha
mati-matian membuangku jauh-jauh. Hingga di detik selanjutnya aku menangis
sejadi-jadinya, melepaskan kamu yang aku tahu juga tak mampu.
Sudah
dua tahun dan aku masih disitu, ditempat kamu menjanjikan bahagia untukku. Namun,
bedanya aku tidak lagi menunggu mu. Aku sudah pindah dari masa yang pilu ke
masa yang lebih baik dari hari itu. Aku sudah berani menatap dengan kepala
tegak, tersenyum saat hujan dalam malam, sudah mengikhlaskan kita yang memang
tidak ditakdirkan.
Tak
ada yang salah dengan merindu, sekalipun itu masa lalu. Karena mencintai tak
hanya soal bertahan untuk tetap mengasihi, namun juga perihal mengikhlaskan
untuk apa yang telah dilepaskan.
Karena
yang pergi juga pernah sepenuh hati kita cintai. Dia berhak dirindukan, bukan
untuk ditangisi dan diberi kesempatan, hanya untuk sesekali mengenang bahwa pernah
ada kita, dua insan yang menyerah setelah berjuang pada hubungan yang terpaksa
di lepaskan.
Komentar
Posting Komentar