Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.
Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!".
Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.
Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini,
"Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya."
Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.
Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995.
Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku.
Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Tapi semasa kecilku, jangan kan adzan, untuk sholat berjama'ah di masjid pun ayah jarang sekali kecuali untuk sholat jumat. Ayah akan memilih berjama'ah dirumah dan menjadi imam untuk kami. Aku ingat sekali bagaimana dulu Ibu pernah bercerita bahwa ayah sangat bangga saat foto ku terpasang di mading kantornya dan dinobatkan sebagai bayi sehat. Dulu, aku ingat sekali ayah selalu pulang lebih awal di banding rekan kerja nya karena aku dan adik ku menunggunya di depan kantor sepulang sekolah. Ayahku pria yang tegas dan itu selalu menjadi batas untukku. Aku tentu saja pernah membuat ayah marah, tapi setelah nya aku akan melihat penyesalan di wajah ayah karena membuatku menangis. Ayah akan mati-matian mencuri perhatianku untuk memaafkannya. Meskipun ayah memiliki tiga anak perempuan, tapi aku merasa ayah tidak pernah membedakan kami secara usia. Mungkin di mata ayah selamanya kami hanya bayi kecilnya. Saat ayah dirumah, ayah tidak akan pernah membiarkan anak-anak nya merengek hanya untuk sekedar uang jajan. Makanan jenis apapun tersedia lengkap di lemari pendingin. Mungkin semua ayah akan selalu mengusahakan apa yang diinginkan anaknya.
Menurutmu, apa penghargaan terbesar untuk seorang anak?
Mungkin untukku, penghargaan terbesarku saat aku berhasil membuat ayah membanggakan aku secara diam-diam.
Aku pernah mendengar ayah ku dengan bangganya menceritakan keberhasilanku pada teman-tamannya saat aku berhasil masuk SMA dengan program akselerasi. Tapi, dihadapanku ayah tidak mengucapkan selamat atau apapun.
Dulu, nasehat ayah akan selalu sama setiap tahun nya, seperti;
"Belajar yang rajin ya, biar juara kelas nanti papa beliin hadiah."
Atau yang lebih sering saat aku meminta sesuatu,
"Sabar ya, nanti pasti papa beliin." Mungkin ini beda nya seorang ayah dengan yang lainnya. Ayah tidak akan pernah berjanji tapi ayah akan selalu memastikan.
Ayahku adalah pria paling realistis dan idealis yang ku tahu selama 21 tahun ini. Sekarang nasehat ayah tidak jauh dari pasangan hidup,
"Kalau mau cari pasangan jangan cuma yang ganteng, kalau ganteng doang banyak di pinggir jalan."
Atau yang lebih membuat hati ngilu seperti,
"Kalau mau di ajak susah sama pasangan kamu nanti, jangan mau. Papa kerja keras jauh dari rumah untuk bahagiain kamu, papa nggak rela anak gadis papa di ajak hidup susah."
Sebab itu aku belum pernah bercerita tentang seorang laki-laki pada ayah. Tapi, ayah akan selalu tahu tentang laki-laki yang dekat denganku dari ibu. Rasanya aku akan menyakiti ayah dengan menceritakan perasaan ku pada seorang laki-laki di hadapan pria yang mencintaiku. Aku tahu, bagi ayah tidak ada laki-laki yang lebih baik darinya. Di matanya semua laki-laki akan terlihat brengsek karena membuat putri nya jatuh cinta. Tapi, bagi setiap anak perempuan, ayah akan selalu menjadi pria dengan cinta yang paling aman di dunia. Yang sudah dapat dipastikan tidak akan pernah melukai. Tidak akan pernah membiarkan putrinya menunggu. Yang akan rela menukar apapun untuk bahagia ketiga putrinya. Untuk Ibu.
Sekarang, aku dan ayahku sama-sama merantau. Bedanya aku di Jakarta dan ayah di Papua.
Sekarang, pertanyaan "Papa kapan pulang?" Menjadi lebih menyakitkan, karena Papua bukan di sebelah rumah, bukan tempat yang dapat dengan mudah di tempuh. Setelah itu ayah akan menjawab,
"Papa pasti pulang sebentar lagi."
Seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya, ayah tidak pernah berjanji tapi memberi kepastian. Karena jarak yang jauh ini pun, membuatku justru lebih sangat terbuka pada ayah tentang apapun kecuali seorang pria. Aku tahu ayah akan sangat cemburu karena itu. Dan mungkin sekarang prioritas paling penting untukku adalah memastikan masa tua mereka bahagia, seperti katamu, kan?
Aku rasa surat ini sudah sangat panjang. Dan aku sudah harus mengakhirinya. Meskipun mungkin tidak akan ada akhir jika kita membicarakan orang paling mencintai dan kita cintai.
Jika kamu berkenan, sampaikan salam ku untuk ayah dan keluargamu. Semoga segala kebaikan dan kebahagiaan selalu memeluk keberadaan mereka.
Yang paling akhir, terima kasih Mozaik Al Isamer sudah menjadi inspirasi surat di hari pertama, sudah dengan terpaksa menjadi penerima surat ini.
Semoga kamu selalu bahagia.
#PosCintaTribu7e Hari ke-1
Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!".
Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.
Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini,
"Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya."
Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.
Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995.
Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku.
Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Tapi semasa kecilku, jangan kan adzan, untuk sholat berjama'ah di masjid pun ayah jarang sekali kecuali untuk sholat jumat. Ayah akan memilih berjama'ah dirumah dan menjadi imam untuk kami. Aku ingat sekali bagaimana dulu Ibu pernah bercerita bahwa ayah sangat bangga saat foto ku terpasang di mading kantornya dan dinobatkan sebagai bayi sehat. Dulu, aku ingat sekali ayah selalu pulang lebih awal di banding rekan kerja nya karena aku dan adik ku menunggunya di depan kantor sepulang sekolah. Ayahku pria yang tegas dan itu selalu menjadi batas untukku. Aku tentu saja pernah membuat ayah marah, tapi setelah nya aku akan melihat penyesalan di wajah ayah karena membuatku menangis. Ayah akan mati-matian mencuri perhatianku untuk memaafkannya. Meskipun ayah memiliki tiga anak perempuan, tapi aku merasa ayah tidak pernah membedakan kami secara usia. Mungkin di mata ayah selamanya kami hanya bayi kecilnya. Saat ayah dirumah, ayah tidak akan pernah membiarkan anak-anak nya merengek hanya untuk sekedar uang jajan. Makanan jenis apapun tersedia lengkap di lemari pendingin. Mungkin semua ayah akan selalu mengusahakan apa yang diinginkan anaknya.
Menurutmu, apa penghargaan terbesar untuk seorang anak?
Mungkin untukku, penghargaan terbesarku saat aku berhasil membuat ayah membanggakan aku secara diam-diam.
Aku pernah mendengar ayah ku dengan bangganya menceritakan keberhasilanku pada teman-tamannya saat aku berhasil masuk SMA dengan program akselerasi. Tapi, dihadapanku ayah tidak mengucapkan selamat atau apapun.
Dulu, nasehat ayah akan selalu sama setiap tahun nya, seperti;
"Belajar yang rajin ya, biar juara kelas nanti papa beliin hadiah."
Atau yang lebih sering saat aku meminta sesuatu,
"Sabar ya, nanti pasti papa beliin." Mungkin ini beda nya seorang ayah dengan yang lainnya. Ayah tidak akan pernah berjanji tapi ayah akan selalu memastikan.
Ayahku adalah pria paling realistis dan idealis yang ku tahu selama 21 tahun ini. Sekarang nasehat ayah tidak jauh dari pasangan hidup,
"Kalau mau cari pasangan jangan cuma yang ganteng, kalau ganteng doang banyak di pinggir jalan."
Atau yang lebih membuat hati ngilu seperti,
"Kalau mau di ajak susah sama pasangan kamu nanti, jangan mau. Papa kerja keras jauh dari rumah untuk bahagiain kamu, papa nggak rela anak gadis papa di ajak hidup susah."
Sebab itu aku belum pernah bercerita tentang seorang laki-laki pada ayah. Tapi, ayah akan selalu tahu tentang laki-laki yang dekat denganku dari ibu. Rasanya aku akan menyakiti ayah dengan menceritakan perasaan ku pada seorang laki-laki di hadapan pria yang mencintaiku. Aku tahu, bagi ayah tidak ada laki-laki yang lebih baik darinya. Di matanya semua laki-laki akan terlihat brengsek karena membuat putri nya jatuh cinta. Tapi, bagi setiap anak perempuan, ayah akan selalu menjadi pria dengan cinta yang paling aman di dunia. Yang sudah dapat dipastikan tidak akan pernah melukai. Tidak akan pernah membiarkan putrinya menunggu. Yang akan rela menukar apapun untuk bahagia ketiga putrinya. Untuk Ibu.
Sekarang, aku dan ayahku sama-sama merantau. Bedanya aku di Jakarta dan ayah di Papua.
Sekarang, pertanyaan "Papa kapan pulang?" Menjadi lebih menyakitkan, karena Papua bukan di sebelah rumah, bukan tempat yang dapat dengan mudah di tempuh. Setelah itu ayah akan menjawab,
"Papa pasti pulang sebentar lagi."
Seperti yang sudah aku tuliskan sebelumnya, ayah tidak pernah berjanji tapi memberi kepastian. Karena jarak yang jauh ini pun, membuatku justru lebih sangat terbuka pada ayah tentang apapun kecuali seorang pria. Aku tahu ayah akan sangat cemburu karena itu. Dan mungkin sekarang prioritas paling penting untukku adalah memastikan masa tua mereka bahagia, seperti katamu, kan?
Aku rasa surat ini sudah sangat panjang. Dan aku sudah harus mengakhirinya. Meskipun mungkin tidak akan ada akhir jika kita membicarakan orang paling mencintai dan kita cintai.
Jika kamu berkenan, sampaikan salam ku untuk ayah dan keluargamu. Semoga segala kebaikan dan kebahagiaan selalu memeluk keberadaan mereka.
Yang paling akhir, terima kasih Mozaik Al Isamer sudah menjadi inspirasi surat di hari pertama, sudah dengan terpaksa menjadi penerima surat ini.
Semoga kamu selalu bahagia.
#PosCintaTribu7e Hari ke-1
Aduh aku berkaca-kaca. Suratmu maniss sekali. Papamu Papua disebelah mana? Aku juga di Papua he he salam kenal
BalasHapusTerima kasih ��
HapusOh ya, papa ku di papua barat
Terima kasih untuk surat pertama kamu yang bagus ini. Selamat bergabung di serunya menulis surat cinta bareng :D Poscinta #PosCintaTribu7e 💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
BalasHapusTerima kasih kembali kak
HapusHai, terimakasih atas suratnya.
BalasHapusSudah kusampaikan salammu utk mereka dirumah.
Mari berkarya.
Dan tanggal lahir kita ternyata sama :)
Hai, terima kasih kembali :)
BalasHapusMungkin ini ikatan batin gemini