Assalamualaikum
Hai, semoga dalam keadaan yang maha baik. Aku ingin menyampaikan beberapa hal, coba simak. Tidak perlu sampai jatuh cinta, cukup pahami.
Jadi seperti ini....
Setelah apa-apa yang aku sebut bahagia, ternyata tidak ada kamu selamanya. Beberapa pertemuan memang tidak untuk menempatkan untuk tinggal. Hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa hidup ini tidak sendirian.
Tidak tahu bagaimana rasa nya memang benar, akan selalu ada hal di dunia yang sekeras apa pun berusaha tidak akan pernah bisa menjadi milik kita. Sekalipun harus menangis di hadapan Tuhan, jika bukan takdir nya maka tidak akan pernah sampai.
Seperti kamu, yang pernah aku doakan selalu.
Awalnya memang menyenangkan. Mencintai kamu sendirian. Sampai akhir nya kamu juga ikut mencintai, wanita lain di luar sana.
Mungkin kamu sudah lelah di cintai sebab itu kamu mulai membuka diri untuk mencintai. Aku sempat sangat ingin menjadi wanita itu, yang kamu cintai yang kamu kenalkan pada seluruh duniamu.
Kabar tentangmu malam itu benar-benar membuat ku sampai pada titik tidak ingin mencintaimu lagi.
Kabar buruk itu benar-benar merusak segala yang sudah aku perjuangkan. Dalam hal ini kamu sama sekali tidak bersalah. Tapi, kamu sudah menghancurkan ribuan perasaan. Milik ku.
Aku ingin menjadikan detik ini sebagai akhir. Sebagai ujung mencintaimu. Sebagai perjalanan panjang yang di tempuh sendirian.
Aku tidak akan membenci, memaki, atau sampai mengutukmu. Karena pada patah yang kali ini, aku merasa menang. Aku jatuh cinta sampai berjuang hingga patah hati harus merelakan. Aku berhenti bukan karena kamu mencintai orang lain. Aku menyerah pada hatiku sendiri.
Meskipun akhir nya bukan aku yang menjadi wanita mu, paling tidak terima kasih sudah membuat ku menjadi wanita yang pernah begitu sunggu pada seseorang.
Aku yang dulu selalu berdoa untukmu, kini sudah selesai mencintaimu. Sudah membebaskan mu.
Aku sudah mulai bahagia dan lupa dengan luka malam itu. Aku ingin mencintai yang lain lagi.
Aku ingin membuka diri dan hati untuk dicintai. Karena rasa nya memang benar, disayangi itu menyenangkan.
Jadi, ini tulisan terakhir untukmu. Aku sudah tidak ingin lagi kamu hidup tiap aku menulis.
Aku sudah selesai mencintaimu.
Hai, semoga dalam keadaan yang maha baik. Aku ingin menyampaikan beberapa hal, coba simak. Tidak perlu sampai jatuh cinta, cukup pahami.
Jadi seperti ini....
Setelah apa-apa yang aku sebut bahagia, ternyata tidak ada kamu selamanya. Beberapa pertemuan memang tidak untuk menempatkan untuk tinggal. Hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa hidup ini tidak sendirian.
Tidak tahu bagaimana rasa nya memang benar, akan selalu ada hal di dunia yang sekeras apa pun berusaha tidak akan pernah bisa menjadi milik kita. Sekalipun harus menangis di hadapan Tuhan, jika bukan takdir nya maka tidak akan pernah sampai.
Seperti kamu, yang pernah aku doakan selalu.
Awalnya memang menyenangkan. Mencintai kamu sendirian. Sampai akhir nya kamu juga ikut mencintai, wanita lain di luar sana.
Mungkin kamu sudah lelah di cintai sebab itu kamu mulai membuka diri untuk mencintai. Aku sempat sangat ingin menjadi wanita itu, yang kamu cintai yang kamu kenalkan pada seluruh duniamu.
Kabar tentangmu malam itu benar-benar membuat ku sampai pada titik tidak ingin mencintaimu lagi.
Kabar buruk itu benar-benar merusak segala yang sudah aku perjuangkan. Dalam hal ini kamu sama sekali tidak bersalah. Tapi, kamu sudah menghancurkan ribuan perasaan. Milik ku.
Aku ingin menjadikan detik ini sebagai akhir. Sebagai ujung mencintaimu. Sebagai perjalanan panjang yang di tempuh sendirian.
Aku tidak akan membenci, memaki, atau sampai mengutukmu. Karena pada patah yang kali ini, aku merasa menang. Aku jatuh cinta sampai berjuang hingga patah hati harus merelakan. Aku berhenti bukan karena kamu mencintai orang lain. Aku menyerah pada hatiku sendiri.
Meskipun akhir nya bukan aku yang menjadi wanita mu, paling tidak terima kasih sudah membuat ku menjadi wanita yang pernah begitu sunggu pada seseorang.
Aku yang dulu selalu berdoa untukmu, kini sudah selesai mencintaimu. Sudah membebaskan mu.
Aku sudah mulai bahagia dan lupa dengan luka malam itu. Aku ingin mencintai yang lain lagi.
Aku ingin membuka diri dan hati untuk dicintai. Karena rasa nya memang benar, disayangi itu menyenangkan.
Jadi, ini tulisan terakhir untukmu. Aku sudah tidak ingin lagi kamu hidup tiap aku menulis.
Aku sudah selesai mencintaimu.
Dan hutangmu sudah aku anggap lunas.
Komentar
Posting Komentar