Langsung ke konten utama

Bebas

Assalamualaikum

Hai, semoga dalam keadaan yang maha baik. Aku ingin menyampaikan beberapa hal, coba simak. Tidak perlu sampai jatuh cinta, cukup pahami. 

Jadi seperti ini....
Setelah apa-apa yang aku sebut bahagia, ternyata tidak ada kamu selamanya. Beberapa pertemuan memang tidak untuk menempatkan untuk tinggal. Hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa hidup ini tidak sendirian. 
Tidak tahu bagaimana rasa nya memang benar, akan selalu ada hal di dunia yang sekeras apa pun berusaha tidak akan pernah bisa menjadi milik kita. Sekalipun harus menangis di hadapan Tuhan, jika bukan takdir nya maka tidak akan pernah sampai.

Seperti kamu, yang pernah aku doakan selalu.

Awalnya memang menyenangkan. Mencintai kamu sendirian. Sampai akhir nya kamu juga ikut mencintai, wanita lain di luar sana. 
Mungkin kamu sudah lelah di cintai sebab itu kamu mulai membuka diri untuk mencintai. Aku sempat sangat ingin menjadi wanita itu, yang kamu cintai yang kamu kenalkan pada seluruh duniamu. 
Kabar tentangmu malam itu benar-benar membuat ku sampai pada titik tidak ingin mencintaimu lagi. 
Kabar buruk itu benar-benar merusak segala yang sudah aku perjuangkan. Dalam hal ini kamu sama sekali tidak bersalah. Tapi, kamu sudah menghancurkan ribuan perasaan. Milik ku. 

Aku ingin menjadikan detik ini sebagai akhir. Sebagai ujung mencintaimu. Sebagai perjalanan panjang yang di tempuh sendirian. 

Aku tidak akan membenci, memaki, atau sampai mengutukmu. Karena pada patah yang kali ini, aku merasa menang. Aku jatuh cinta sampai berjuang hingga patah hati harus merelakan. Aku berhenti bukan karena kamu mencintai orang lain. Aku menyerah pada hatiku sendiri. 

Meskipun akhir nya bukan aku yang menjadi wanita mu, paling tidak terima kasih sudah membuat ku menjadi wanita yang pernah begitu sunggu pada seseorang. 
Aku yang dulu selalu berdoa untukmu, kini sudah selesai mencintaimu. Sudah membebaskan mu. 

Aku sudah mulai bahagia dan lupa dengan luka malam itu. Aku ingin mencintai yang lain lagi. 
Aku ingin membuka diri dan hati untuk dicintai. Karena rasa nya memang benar, disayangi itu menyenangkan. 

Jadi, ini tulisan terakhir untukmu. Aku sudah tidak ingin lagi kamu hidup tiap aku menulis. 
Aku sudah selesai mencintaimu. 
Dan hutangmu sudah aku anggap lunas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...