Langsung ke konten utama

Tampilan baru mu

Tunggu sebentar, hari ini aku melihat sesuatu yang berbeda. Apa kamu masih ingat pria yang sering aku sebutkan disini. Pria berambut panjang, gondrong atau apa yang biasa aku sebutkan. Pria yang masih dan selalu menjadi mimpi. Pria yang memiliki aroma kopi. Pria penulis puisi. Pria yang aku cintai. 

Ya tentu saja, pria itu kamu dan masih kamu.

Sejak kapan rambut itu menjadi pendek? 

Pagi tadi, pagi-pagi sekali display picture mu berganti dengan foto terbaru mu. Berada di pantai dengan baju merah dan rambut yang tidak seperti biasanya. Sepertinya sudah lama sekali kita tidak berinteraksi. Aku yang sedang sibuk mencari pekerjaan jarang sekali belakangan ini menyentuh handphone. Rasanya jika sudah lelah begini aku ingin sekali kamu lamar hehehe. Padahal aku mencari di dekat mu tapi kita masih juga belum bertemu. Aku pikir ini bukan pertanda buruk kan? 

Aku rasa ini masih dalam rencana Allah untuk kita menjaga diri masing-masing. Meski jarak antara kita sudah dekat tapi jika belum waktu nya kata Allah kita hanya akan dekat dalam rindu dan doa-doa saja.
Jadi sepertinya bukan kamu yang menghilang atau aku yang memang tidak nyata, kan? 

Lalu pagi tadi aku memberanikan diri bertanya apa rambut itu benar-benar sudah sependek itu. Kamu mengiyakan dan aku bertanya lagi bagaimana perasaanmu, sedih atau tidak.

Jawaban yang sudah pasti akan kamu katakan. Kamu sedih banget. 

Aku ingin sekali melanjutkan percakapan itu tapi aku tahu tidak sekarang. Akan menjadi tidak baik jika dipaksa di teruskan. Sudah cukup untuk ku tahu bahwa kamu merelakan rambut panjang kesayanganmu. Aku tidak ingin menanyakan alasannya karena itu pasti untuk suatu hal yang baik. 

Kamu mau tahu satu rahasia. Kamu masih tetap tampan dengan rambut seperti itu. Masih jadi pria kesayanganku. Pria yang selalu aku minta pada Allah untuk selalu bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...