Assalamualaikum , sudah lama tidak menulis untukmu, tentangmu. Aku ingin sekali menceritakan hari-hari yang sedang tidak mudah, tapi aku tidak mau kamu anggap lemah.
Apa kamu pernah menolak cinta seseorang? Lalu semua orang menghakimi kamu seolah kamu telah membunuh sesuatu. Kamu di anggap bodoh menyia-nyiakan cinta sebaik itu, katanya. Bahkan teman baik sekalipun tidak lagi mengerti mengapa kamu tega melukai hati yang mencintaimu.
Satu minggu yang lalu, aku melakukan itu. Aku menolak seorang pria yang baik. Di kenalkan temanku. Kami berteman dan aku tidak mencintai nya. Tapi, pria itu salah paham, dia pikir aku mencintainya dan dia dengan begitu percaya diri menyatakan perasaan nya. Dan, aku yang katanya wanita paling bodoh menolaknya.
Kujelaskan pada mereka bahwa aku sedang menunggu. Tidak tahu untuk apa. Ingin sekali mengucap namamu tapi rasanya kamu terlalu berat hari itu untuk ku jadikan alasan.
Semua orang kesal. Memaki. Mencibir. Menyalahkan kamu. Mereka semua pikir kamu yang salah padahal kamu tidak terlibat apa-apa. Mereka bilang aku sudah membatu dalam menunggu kamu. Mereka bilang juga bahwa kamu adalah ilusi yang sampai kapan pun hanya menjadi mimpi. Mereka bilang kamu tidak akan pernah peduli apa yang terjadi disini. Mereka bilang apapun yang terjadi padaku tidak akan pernah menjadi urusan mu. Mereka bilang kamu tidak akan tahu aku menunggu mu. Mereka bilang kamu tidak mencintai aku. Tidak akan pernah.
YaAllah, hari itu aku merasa mereka jahat sekali. Aku rasa mereka tidak berhak mengatakan apa yang tidak mereka rasakan. Lagi-lagi segalanya memang tentang perasaan.
Bagaimana jika aku memang terlalu nyaman di ruang tunggu ini?
Entah sudah berapa lama, tapi aku sudah terlalu menikmati sendiri.
Kamu mau tahu kenapa aku menolaknya?
Di mata pria itu tidak ada kamu. Tidak pernah ada. Pria itu tidak beraroma kopi. Aku tidak pernah sabar menunggu nya. Aku tidak pernah menunggu nya. Aku tidak pernah menyimpan fotonya. Aku tidak merasakan apapun sekalipun sedang di dekatnya. Dan jauh adalah hal paling baik saat mengenalnya. Setiap kali aku di dekat nya aku hanya takut akan melukainya dengan rahasia-rahasia. Tapi, tidak dengan kamu, ru. Kamu tidak akan memberikan aku ketakutan itu. Aku tidak akan pernah takut melukai atau kamu lukai. Dan rahasia-rahasia itu adalah kamu. Kamu hidup sebagai rahasia. Aku selalu menunggu kamu. Menghidupkan kamu di dalam hati. Aku tidak bisa menggantikan apapun yang berhubungan dengan kamu.
Maka saat semua menyalahkan, aku masih bisa bertahan karena kamu. Kekuatan rahasia yang kamu berikan sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa bersalahku. Aku kira aku berhak tidak mencintainya. Tapi, tidak untuk menolak cinta nya. Karena kamu tahu ru, kalau kita tidak akan pernah bisa menolak cinta seseorang. Sebab cinta itu tumbuh di dalam hatinya. Miliknya. Kita tidak berhak atas apapun. Begitu pun kamu, tidak akan pernah bisa menolak perasaan yang aku miliki. Kamu hanya perlu menikmati. Kamu hanya perlu selalu menjadi rahasia yang menyenangkan. Rahasia yang selalu aku semogakan.
Aku hanya ingin seperti ini. Istiqomah. Mengikuti apa kata dalam hati. Mempersilahkan rasa bekerja. Dan kata hatiku, belum pernah berganti sejak hari itu. Masih namamu. Maka biarkan aku seperti ini. Jangan ikut-ikutan menyalahkan aku.
Aku selalu seperti ini bagaimanapun kamu. Menyayangi kamu. Menjadikan kamu rahasia yang paling aku cinta.
Wassalamualaikum.
Apa kamu pernah menolak cinta seseorang? Lalu semua orang menghakimi kamu seolah kamu telah membunuh sesuatu. Kamu di anggap bodoh menyia-nyiakan cinta sebaik itu, katanya. Bahkan teman baik sekalipun tidak lagi mengerti mengapa kamu tega melukai hati yang mencintaimu.
Satu minggu yang lalu, aku melakukan itu. Aku menolak seorang pria yang baik. Di kenalkan temanku. Kami berteman dan aku tidak mencintai nya. Tapi, pria itu salah paham, dia pikir aku mencintainya dan dia dengan begitu percaya diri menyatakan perasaan nya. Dan, aku yang katanya wanita paling bodoh menolaknya.
Kujelaskan pada mereka bahwa aku sedang menunggu. Tidak tahu untuk apa. Ingin sekali mengucap namamu tapi rasanya kamu terlalu berat hari itu untuk ku jadikan alasan.
Semua orang kesal. Memaki. Mencibir. Menyalahkan kamu. Mereka semua pikir kamu yang salah padahal kamu tidak terlibat apa-apa. Mereka bilang aku sudah membatu dalam menunggu kamu. Mereka bilang juga bahwa kamu adalah ilusi yang sampai kapan pun hanya menjadi mimpi. Mereka bilang kamu tidak akan pernah peduli apa yang terjadi disini. Mereka bilang apapun yang terjadi padaku tidak akan pernah menjadi urusan mu. Mereka bilang kamu tidak akan tahu aku menunggu mu. Mereka bilang kamu tidak mencintai aku. Tidak akan pernah.
YaAllah, hari itu aku merasa mereka jahat sekali. Aku rasa mereka tidak berhak mengatakan apa yang tidak mereka rasakan. Lagi-lagi segalanya memang tentang perasaan.
Bagaimana jika aku memang terlalu nyaman di ruang tunggu ini?
Entah sudah berapa lama, tapi aku sudah terlalu menikmati sendiri.
Kamu mau tahu kenapa aku menolaknya?
Di mata pria itu tidak ada kamu. Tidak pernah ada. Pria itu tidak beraroma kopi. Aku tidak pernah sabar menunggu nya. Aku tidak pernah menunggu nya. Aku tidak pernah menyimpan fotonya. Aku tidak merasakan apapun sekalipun sedang di dekatnya. Dan jauh adalah hal paling baik saat mengenalnya. Setiap kali aku di dekat nya aku hanya takut akan melukainya dengan rahasia-rahasia. Tapi, tidak dengan kamu, ru. Kamu tidak akan memberikan aku ketakutan itu. Aku tidak akan pernah takut melukai atau kamu lukai. Dan rahasia-rahasia itu adalah kamu. Kamu hidup sebagai rahasia. Aku selalu menunggu kamu. Menghidupkan kamu di dalam hati. Aku tidak bisa menggantikan apapun yang berhubungan dengan kamu.
Maka saat semua menyalahkan, aku masih bisa bertahan karena kamu. Kekuatan rahasia yang kamu berikan sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa bersalahku. Aku kira aku berhak tidak mencintainya. Tapi, tidak untuk menolak cinta nya. Karena kamu tahu ru, kalau kita tidak akan pernah bisa menolak cinta seseorang. Sebab cinta itu tumbuh di dalam hatinya. Miliknya. Kita tidak berhak atas apapun. Begitu pun kamu, tidak akan pernah bisa menolak perasaan yang aku miliki. Kamu hanya perlu menikmati. Kamu hanya perlu selalu menjadi rahasia yang menyenangkan. Rahasia yang selalu aku semogakan.
Aku hanya ingin seperti ini. Istiqomah. Mengikuti apa kata dalam hati. Mempersilahkan rasa bekerja. Dan kata hatiku, belum pernah berganti sejak hari itu. Masih namamu. Maka biarkan aku seperti ini. Jangan ikut-ikutan menyalahkan aku.
Aku selalu seperti ini bagaimanapun kamu. Menyayangi kamu. Menjadikan kamu rahasia yang paling aku cinta.
Wassalamualaikum.
Komentar
Posting Komentar