Petang
itu di akhir-akhir ramadhan tahun lalu dering telepon membuatku gugup. Sejak
pertukaran nomer telepon di facebook sore itu, kamu langsung mengubungiku.
Entah apa yang membuat kita sama-sama berani saling bicara satu sama lain.
Suaramu terdengar gugup, ya aku juga gugup. Kamu bicara seolah kita adalah
kawan lama. Hey, apa kamu tahu rasa gugup itu menyerangku bahkan hingga saat
ini setiap kali aku mendengar mu di telepon. Bicara saja membuatku gugup,
apalagi jika nanti bertemu denganmu. Bisakah kita tetap menjaga rasa gugup ini?
Jika aku boleh jujur, aku menikmati setiap rasa gugup yg timbul dan, ah,
entahlah mungkin pipiku saat ini merah. Aku rasa aku menyukaimu.
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-1
Baru mampir udah suka sama tulisannya :)
BalasHapusDuh,iya terimakasih :-) *tersipu
Hapus