Langsung ke konten utama

Tukar Jiwa (1)

Gemuruh tepuk tangan membuat Adam tidak bisa menahan senyumnya. Permainan gitar nya mulai membuat para wanita tergila-gila. Di barisan paling depan, seorang wanita juga ikut tersenyum. Hatinya hangat.
Mata nya selalu mengikuti arah pandangan Adam, berharap Adam menghentikan pandangan tepat di mata nya.

Wanita itu masih tersenyum.

Adam menemukan nya, ia tersenyum dan melambaikan tangan.  Semua wanita merasa hal itu untuk nya.
Senyum dan lambaian itu hanya untuk Khaylila.

Wanita itu selalu menunggu Adam di tiap penampilan. Mereka akan selalu pulang bersama setelah acara usai. Wanita itu akan mendengarkan bagaimana Adam menceritakan perasaan nya tiap kali di atas panggung. Adam menikmati senyuman Kahylila tiap ia bercerita.

Gitar itu pemberian Khaylila. Keberanian untuk tampil di depan umum juga pemberian Khaylila.  Adam tidak pernah berterima kasih. Adam hanya selalu menyukainya.
Puluhan perangko di buku kesayangan Khaylila sebagian hasil pemberian Adam.  Khaylila tidak pernah berterima kasih. Ia hanya selalu jadi penonton paling depan. Penggemar nomor satu. Karena ia merasa untuk jadi satu-satu nya di hati Adam ia perlu mengalahkan banyak hal.

Mereka berdua saling menyukai tapi sama-sama tidak berani meninggalkan tempat masing-masing.
Mereka berdua merasa mencintai paling dalam, merasa sudah mengorbankan segala hal.  Padahal kenyataanya mereka tidak bergerak.

Mereka bahkan terkurung jauh di dasar hanya untuk menanyakan apa kabar, menanyakan apakah cuaca cukup baik, apakah cuaca buruk.

Mereka berdua sama-sama tidak tahu bahwa cinta sudah membalas perasaan mereka. Mereka merasa disakiti dengan pikiran masing-masing.
Jika salah dari satu berani menyatakan, tidak akan ada yang merasa sudah melakukan segalanya.

Malam-malam mereka selalu di penuhi pertanyaan, penyesalan.
Berharap hukuman datang dan menukarkan jiwa mereka supaya segala yang rahasia, terbuka.

Adam, pria pemain gitar yang menyimpan Khaylila jauh di dalam hati nya.
Khaylila, wanita pengoleksi perangko yang menjadikan Adam satu-satu nya.

Bertahun berlalu, mereka tua dan tidak bersama. Tidak ada yang berubah.
Mereka masih mencintai diri mereka masing-masing dengan seseorang yang mereka biarkan hidup di dalam harapan.

Mereka menua dengan penyesalan, masih dengan harapan supaya saling mencintai tidak butuh dua orang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...