Langsung ke konten utama

Apa kabar kamu hari ini?

Kamu sedang apa?  Membaca malam? Melukis bintang?  Atau mencintaiku? 

Apa kabar kamu hari ini? 

Luar angkasa sedang begitu indah, aku tahu kamu tidak akan kembali ke bumi dalam waktu cepat. Oleh karena itu aku akan menuliskan ini, semua yang kualami saat kamu tidak di bumi. 

Keramaian kota ini semakin menjadi-jadi. Tiap detik nya aku bisa melihat begitu banyak manusia bumi menghela napas, mengeluarkan kekesalan dengan penuh kesabaran. Kamu tahu, aku tidak pernah sabar. Aku sudah muak dengan kota yang penuh penat ini.  Tapi diujung pemberhentian, langit sedang memamerkan kecantikan ke seluruh wanita bumi yang sibuk berebut angkutan pulang. Aku hanya menatap nya sebentar, karena aku tidak akan mampu melawan langit sore kesayangan mu itu.

Sayangnya, langit mu sedang bersandiwara. Dia menangis setelah pamer dan aku menyukainya. Dia membuat semua yang terburu-buru terpaksa terlambat. Membuat semua yang awal nya cerah harus abu-abu.  
Membuat ku berharap kamu segera kembali ke bumi. 

Selepas menangis, bintang tidak ingin mendampingi langit mu. Dia sendirian. Ada satu yang ingin menjadi teman nya, namanya rindu. 

Langit dan rindu bekerja sama menyusup ke tiap-tiap perasaan manusia bumi yang tidak bisa menjangkau luar angkasa nya.
Aku menjadi salah satu sasaran langit dan rindu. Mereka menyisipkan kamu ke tiap-tiap ingatan yang sudah aku kunci rapat-rapat. Kenangan itu harus nya menjadi yang paling bahagia, saat sebuah surat dengan peta keberadaanmu sampai di depan pintu. Aku mengingat nya. Semua yang tertulis dan perasaanmu.

Aku akan kembali membuka dan membacanya; 

"Hai tuan putri, hari ini luar angkasa sedang begitu indah. Aku melihat mu tersenyum dari tempat yang begitu jauh. Kamu cantik, dan langit sore ku tidak cemburu.  Dia bahkan setuju dan membiarkan mu menjadi yang tercantik hari itu. Aku mencintai tempat ini, segala cuaca nya dan kamu. 
Cuaca di tempat ini bahkan bergantung pada kebahagiaan mu. Sebab itu,  jangan pernah bersedih. Karena aku tidak bisa melihat mu saat bumi menjadi abu-abu. 
Di tempat sejauh ini, perasaanku justru semakin jauh jatuh ke tempat-tempat kamu sering mengasingkan diri untuk merindukan aku."

Aku menyimpan kembali surat dan rasa rindu itu. Lalu menatap langit yang masih gelap. 

Apa benar kamu sedang melihatku dari kejauhan? 

Apa benar luar angkasa begitu jauh? 

Apa benar aku masih menjadi segala hal yang kamu cintai? 

Lalu, apa kabar kamu hari ini?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...