Langsung ke konten utama

Untuk Pertama Kali

Hari itu (16 Maret 2017),

Mungkin hampir tepat dua tahun, akhirnya Allah memberikan aku jalan untuk menuju kamu. Meskipun jalan nya tidak mudah, jauh dan sedikit berliku. Awalnya aku pikir, Allah belum mengijinkan aku menemui mu. Tapi ternyata Allah hanya ingin menguji ku sedikit lagi. Seberapa sabar aku akan kamu. 

Jadi untuk pertama kalinya aku bertemu dengan adik mu terlebih dulu. Kami membicarakan banyak hal lebih dulu. Sampai akhirnya sampai padamu. 

Kamu tahu bagaimana rasanya aku saat beberapa langkah lagi sampai padamu?

Kamu tahu bagaimana rasanya bisa melihat mu secara langsung?

Aku sempat ingin berjalan mundur, ingin menunda pertemuan kita. Tapi, Allah tidak ijinkan. Aku tetap berjalan kedepan sampai kamu mengetahui kehadiranku. 

Yang paling aku syukuri adalah reaksi pertama mu saat melihatku. Aku tidak akan bisa melupakannya. Kamu sangat lucu. Seolah tidak menyangka aku akan ada dihadapanmu hari itu. Harus nya aku mengabadikannya. 

Apa aku sebegitu mengejutkannya untukmu? 

Jadi untuk pertama kali nya aku bertemu keluargamu. Bertemu teman mu dan semua yang kamu anggap penting hari itu.
Untuk pertama kali nya kita saling berjabat tangan. Seperti tiba-tiba ada backsound lagu james arthur "Say you wont let go" yang diputarkan semesta. 
Untuk pertama kali nya kita saling bertatapan. Tersenyum malu lalu tertawa. Bingung harus bagaimana.
Untuk pertama kalinya kita berfoto bersama. Kali ini di galeri ku kamu tidak lagi sendiri, ada aku di sampingmu. Dekat, sangat dekat. 
Untuk pertama kalinya kita saling berjalan bersama, meski tidak bersisian aku senang mengikuti langkah mu dari belakang. Sesekali berhenti karena kamu saling mengucapakan selamat dengan temanmu. 

Dan ada yang bertanya siapa aku?
Rasanya menyebalkan hanya bisa memberi jawaban bahwa kita seorang teman. Bahkan yang lebih menyebalkan ada yang mengira aku mantan mu. 

Untuk pertama kali nya aku menggenggam lenganmu saat kita akan menyeberang jalan. 
Untuk pertama kalinya ada sesuatu yang kamu berikan padaku. Minuman dingin siang itu. Untuk menghargaimu aku hanya meminumnya sedikit dihadapanmu setelah nya aku menyimpannya. Dan sampai hari ini minuman itu masih utuh di atas mejaku dan tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku. 

Untuk pertama kali nya kita bicara secara langsung. Kamu mengajakku berkunjung ke rumah mu. Kamu tahu aku tidak mungkin menolak nya. Akan sangat dengan mudah untuk ku mengiyakan apapun hari itu. 

Untuk pertama kali nya kita bepergian bersama meski di kendaraan yang berbeda. Sesekali kamu mendahului ku dan tersenyum tapi lebih sering dibelakangku. Dan aku harus menahan untuk tidak menoleh melihatmu. 

Untuk pertama kali nya kamu mengajakku makan siang. Kita duduk berhadapan, sesekali bercanda tapi lebih sering diam menikmati makanan. Dan diam-diam aku mengambil foto mu yang sedang serius melihat layar handphone setelah makan. Kemudian kamu dengan mudah mengajaku berfoto di tempat itu dan banyak sekali kita yang di abadikan. Aku sangat senang. Jika kamu perhatikan, senyumku tidak redup sama sekali sepanjang perjalanan. 
Untuk pertama kali nya aku sampai dirumah mu. Duduk berdampingan di bawah pohon jambu. Membiarkan kamu melihat kita di layar handphone ku. Sesekali bercanda dan aku selalu jatuh cinta. 
Untuk pertama kalinya, aku melihat ukulele kesayanganmu. Menyentuh dan memainkannya secara asal. Melihatmu tidur disampingku dan aku harus selalu mengganggu supaya kamu tetap bangun.
Untuk pertama kalinya kamu mengantarku pulang. Kita menikmati jalanan dan malam. Aku lebih sering diam dan kamu mengantuk. Dan untuk mengusir rasa kantukmu kita harus membahas masa lalu. Tentang kamu yang jahat, indera ke enam, sampai buah durian. Aku senang kita sempat salah jalan dan harus kebingungan. Karena untuk pertama kalinya kita sama-sama mencari jalan. Mencari tujuan yang sama. Menerka-nerka apa yang ada di depan mata bersama. Aku tidak ingin cepat sampai. Aku ingin jalanan padat tanpa celah dan kita terjebak, sayang nya tidak dikabulkan Allah. Mungkin menurutNya bahagia untuk ku sudah cukup di hari itu. 
Untuk pertama kalinya kamu berpamitan setelah kita sampai. Mengucapkan terima kasih karena aku sudah datang dan mengejutkan. Aku menunggumu sampai menghilang di sudut jalan. Tapi, Allah lagi-lagi punya rencana untuk mempertemukan kita. Ada sesuatu yang tertinggal dan kamu harus kembali padaku untuk mengambilnya. Aku merasa bersalah tapi sekaligus senang. Semoga kamu tidak marah.

Menyenangkan sekali mengingat semua kejadian itu. Aku menulisnya disini karena aku tidak ingin semua bahagia itu menguap begitu saja. Aku ingin kamu selalu abadi. Disini, ditulisanku. Dipikiran ku sendiri.
Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan hari itu. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin kamu bahagiakan hari itu. Dengan cara apapun.
Dan alasan lain aku menuliskan ini karena aku ingin menyerahkan kamu kepada Allah. Mungkin kenapa selama ini mencintai kamu terasa berat karena aku jarang sekali melibatkan Allah. Aku selalu mendoakan kamu tapi kadang-kadang aku hanya melakukan sesuatu yang sia-sia tanpa Allah. Kali ini aku ingin Allah yang mengambil alih semuanya. Tentang hatimu yang semoga saja akan segera Allah putar balikkan untuk mencintai aku.

Terima kasih.
Terima kasih sudah membuat aku bahagia di hari bahagiamu. Terima kasih untuk selalu memberi ruang. Terima kasih untuk mewujudkan semua yang aku doakan. Terima kasih sudah menjelma semua hal yang menyenangkan. Terima kasih untuk pertemuan setelah tepat dua tahun aku hanya bisa selalu menerka. Terima kasih untuk jabat tangan, tatapan, dan semua yang aku sukai.

Kamu selalu tahu perasaanku. Selalu sama bagaimanapun dan dimanapun keberadaanmu. Semoga kamu selalu dipeluk bahagia. Semoga selalu dipeluk Allah dengan perasaan yang aku punya. Aku mencintai kamu, selalu. Dan kamu tahu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyikan Saya

Kepada mu yang masih menyembunyikan saya dari seluruh dunia. Kita pernah sama-sama saling bersilang jalan. Pernah saling bersisian. Pernah saling pergi. Tapi, apa yang semestinya jadi satu pasti akan kembali.  Kita pernah pula saling melewatkan. Pernah juga dengan berat hati melepas genggaman. Tapi, apa yang semestinya jadi milik kita akan datang tanpa pernah memberi tahu. Kini, saya senang berada disini. Di tempat yang ingin saya tetapkan menjadi rumah. Tempat saya pulang dari segala lelah. Tempat yang tidak seorang pun tahu, karena kamu dengan begitu tenang menempatkan saya dengan begitu rahasia di situ. Di hatimu.  Maka dengan surat ini, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membuat saya betah. Kamu harus menjaga saya agar tetap berada di sisimu. Meyakinkan saya untuk tidak membuka pintu. Membuat saya jatuh hati setiap hari padamu. Sebagai hadiah, kamu dapat menikmati senyum saya yang manis semau mu😄 #30HariMenulisSuratCinta

Thank You Mozaik

Hai, Mozaik Al Isamer, putra sulung Bapak Insan Asyik.  Sekitar tiga hari yang lalu aku berkunjung ke typoganteng.com dan membaca tulisan yang berjudul "Ayah, Kau Terbaik!". Dan karena ulahmu menuliskan itu berhasil membuatku menangis dan merindukan ayahku.  Yang paling bisa buat mata berkaca-kaca di bagian yang ini, "Gue anak nggak berguna, kalau dia nggak bisa nikmatin masa tua nya." Aku rasa apapun yang berhubungan dengan orang tua akan selalu bersinggungan dengan air mata.  Sebelumnya, aku akan memperkenalkan diri dengan sejelas-jelasnya karena ini bukan surat kaleng. Namaku Vici Kurnia Ayuningtyas, putri sulung Bapak Muazin. Kelahiran Lampung, 22 Mei 1995. Seperti yang kamu tuliskan sebelumnya bahwa setiap Ayah akan selalu punya "keren" nya masing-masing. Tapi, pandangan anak perempuan dan laki-laki tentang Ayah akan sangat berbeda menurutku. Seperti nama Ayahku; Muazin, yang katanya arti nama itu adalah pria yang mengumandangkan adzan. Ta...

Menyukai Seseorang

Bukankah menyukai seseorang adalah hal yang mudah? Hanya cukup dengan menyukai nya, tanpa perlu tahu siapa mantan kekasihnya, pekerjaannya, apa yang sedang ada dalam pikiran nya. Hidup akan baik-baik saja sepertinya. Hari-hari hanya akan ada perasaan baik, mendoakan, mengharapkan. Dalam menyukai kita selalu diperbolehkan berharap, tidak ada yang bisa membatasi rasa dan harapan itu karena semuanya milikmu. Rasa ingin tahu tentang nya adalah yang paling menguasi pikiran mu. Tentang hobi nya,  makanan dan film favorit nya, tipe pasangan yang menjadi impian nya. Padahal rasa ingin tahu itu bisa melukai. Tapi, tiap kali kamu menyukai seseorang seolah kamu merasa jadi manusia yang paling bisa menahan rasa sakit. Kamu merasa baik-baik saja saat orang yang kamu sukai muncul di timeline mu.  Hadir sesekali lewat instastory. Hanya dengan itu kamu merasa jadi yang paling tahu tentang diri nya. Kamu merasa hari mu dipenuhi tawa dengan melihat foto nya yang sedang tersenyum,...