Happy birthday my coffee.
Selamat ulang tahun.
Sebentar, aku ingin benar-benar memulai nya dari awal. Begini..
Dikepalaku sedang badai. Banyak sekali yang ingin dipikirkan. Awalnya kamu tidak kebagian ruang, aku hanya ketakutan dengan resah yang belum pasti. Memikirkan kamu saja aku merasa rugi.
Pagi tadi aku ke atap kampus, melihat sekitar yang luas dan kamu yang jauh. Aku tersenyum pada takdir yang bisa begitu membuat sesak seluruh rongga. Ternyata selain kamu, ada tugas akhir yang begitu sulit. Rasanya ingin menidurkan segala yang sibuk di kepala. Merebahkan segala yang lelah. Tapi, kamu hadir dan tersenyum di lamunan ku.
Kali ini aku makin kacau.
Kamu tahu, sudah satu tahun lebih aku seperti ini. Mencintai kamu, ru. Ditahun sebelumnya aku sudah pernah menuliskan kamu di sini. Saat aku membacanya lagi aku bangga pada diriku karena masih mampu begitu sungguh pada kamu. Dulu, aku ingat sekali pernah berusaha keras menuliskan rupa doa untuk hari bahagiamu. Meski harus dihapus berulang kali dan akhirnya memberanikan diri.
Ditahun ini aku ingin sekali berada disisimu.
Malam-malam begini aku pergi dan memesan dua cangkir kopi. Aku memilih duduk menghadap pintu. Menyesap sedikit kopiku dan memperhatikan kembali pintu. Kamu tahu, apa yang hatiku diam-diam harapkan?
Kadatangan mu dari pintu itu. Tersenyum dan menghampiriku. Menghabiskan malam dengan kopi yang ku pesan.
Aku tertawa diikuti tatapan curiga pelayan cafe. Saat tertawa, aku tahu ada sesuatu yang sudah begitu mendesak, air mata. Selanjutnya aku menutup wajah dengan telapak tangan dan menangis.
Sesak sekali, ru. Harus berapa lama aku seperti ini. Mengencani kopi dan imajinasi tentang kamu. Sedang kamu disana mungkin sedang begitu bahagia tanpa mengetahui keberadaanku.
Aku ingin sekali kamu dewasa dan bahagia, bukan hanya di hari ulang tahunmu saat ini, tapi untuk hari-hari baik seterusnya.
Dihadapan dua cangkir kopi aku menautkan kedua tangan. Berdoa. Untukmu.
Selamat ulang tahun. Semoga segala hal baik selalu memelukmu dimanapun kamu. Semoga sehat selalu seiring dengan mu. Semoga selamat dan rizki selalu melimpah pada mu. Semoga jalan mu selalu dipermudah oleh Allah. Semoga keinginan mu terwujud satu demi satu. Semoga kebaikan selalu hadir dalam hidupmu. Semoga kamu dihindarkan dari niat-niat jahat. Semoga kamu di dekatkan dengan begitu banyak hal baik. Semoga kamu segera mampu membahagiakan orang- orang yang penting bagimu. Semoga kamu bisa segera menemukan orang yang mampu menenangkan, melengkapi, mendengarkan hari yang kamu lewati. Semoga kamu selalu mengagumkan dan bahagia. Semoga kamu selalu bisa melihat ketulusan dari puncak yang kamu daki. Semoga kamu, sedikit saja melihat ke arahku.
Sudah begitu banyak semoga. Jangan bosan membacanya, semoga.
Aku tersenyum setelah melantunkan rupa doa untukmu. Aku meneguk sekali lagi kopi ku dan kembali ke rumah. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kopi yang satu lagi. Bisa saja segera dibuang pelayan cafe saat aku pergi. Bisa saja mereka biarkan hingga ada pelanggan lain yang datang. Bisa saja seorang pria berambut sebahu datang dan menghabiskan kopi miliknya yang kupesan. Bisa saja pria itu menatap lama kopi yang ditinggal pergi pasangannya. Bisa saja pria itu tersenyum melihat kesungguhan seorang wanita. Bisa saja pria itu kamu. Atau mungkin bisa saja aku sudah mulai gila.
Selamat ulang tahun. Semoga bisa menjadi pria yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Kini perasaan ku sudah sedikit lega. Membiarkan diri ikut bahagia di hari spesial pria yang kucinta. Semoga ramadhan ini menjadi berkah untukmu, meskipun tidak lagi aku dapatkan fadilah malam puisi seperi tahun lalu. Tapi hal itu tidak akan merubah apapun. Kamu akan selalu tahu, bahwa aku selalu seperti ini bagaimanapun kamu. Mencintai kamu dalam hening hati. Merahasiakan kamu sedalam-dalamnya.
Happy birthday. Saya menyayangi kamu. Selalu. Dan kamu tahu itu.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus